Manusia yang Pandai Bersyukur

Menjadi Manusia Yang Pandai Bersyukur

Assalamu’alaikum wr wb.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengingatkan utamanya kepada diri saya pribadi dan juga kepada kaum muslimin dan muslimat sekalian, untuk senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dengan sebenar – benarnya takwa yaitu ikhlas menjalankan apa yang telah diperintahkan – Nya dan meninggalkan apa yang telah dilarang – Nya.

.           Kemudian marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan kepada kita sedemikian banyak nikmat. Jauh lebih banyak nikmat yang telah kita terima dibandingkan kesadaran dan kesanggupan kita untuk bersyukur. Sebagaimana telah Allah firmankan dalam Al qur’an surah Ibrahim ayat: 34

34. dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

Tidak lupa pula shalawat serta salam selalu kita sanjungkan kepada Nabi kita Nabi Muhammad SAW, pemimpin orang – orang bertaqwa dan Qaa-idil Mujahidin panglima para mujahid yang sebenar – benarnya, kepada keluarganya, para sahabat dan para pengikut yang setia hingga akhir zaman.

Kita ini adalah makhluk yang kecil, kita hina dan tak punya daya dan kekuatan untuk berkiprah, kecuali karena kemurahan dan kebesaran – Nya.

Menjadi pribadi yang bertakwa belum cukup bila tidak dibarengi dengan pribadi yang bersyukur. Kenapa? Karena maqam syukur lebih tinggi dari maqam takwa. Sebab, syukur menjadi maqamnya para Nabi dan Rasul. Karenanya, Allah menegaskan, hanya sedikit dari hamba – Nya yang pandai bersyukur,

13. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakiNya dari gedung-gedung yang Tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih. (QS Saba’: 13).

Syukur merupakan satu stasiun hati yang akan menarik seseorang pada zona damai, tenteram, dan bahagia. Ia juga akan mendapatkan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat, sekaligus mendapatkan insentif pahala dan kenikmatan yang terus bertambah dari Allah SWT (QS Ibrahim: 7)

7. dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Rasul SAW adalah manusia yang pandai bersyukur. Suatu ketika, beliau pernah ditanya Bilal, “Apakah yang menyebabkan baginda menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa baginda, baik yang dahulu maupun yang akan datang?” Beliau menjawab, “Tidakkah engkau suka aku menjadi seoarang hamba yang bersyukur?

Dzunnun al-Mishri memberi tiga gambaran tentang manifestasi syukur dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, kepada yang lebih tinggi urutan dan kedudukannya, maka ia senantiasa menaatinya (bit-tha’ah).
“Hai orang – orang yang beriman taatilah Allah, Rasul – Nya, dan ulil Amri dari kalian…

(QS An Nisa : 59)

Kepada yang setara, kita mengejawantahnya dengan bil-hadiyyah. Saling tukar pemberian. Kita harus sering-sering memberi hadiah kepada istri atau suami, saudara, teman seperjuangan, sejawat dan relasi. Dengan cara itu, maka akan ada saling cinta dan kasih.

Kepada yang lebih bawah dan rendah dari kita, rasa syukur dimanifestasikan dengan bil-ihsan. Selalu memberi dan berbuat yang terbaik. Kepada anak, adik-adik, anak didik, para pegawai, buruh, pembantu di rumah dan semua yang stratanya di bawah kita, haruslah kita beri sesuatu yang lebih baik. Jalinlah komunikasi dan berinteraksilah dengan baik, dan kalau hendak mentasharufkan rezeki, berikan dengan sesuatu yang baik, (QS as-Syu’ara: 215)

215. dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, Yaitu orang-orang yang beriman.

Mungkin hanya ini saja yang dapat saya sampaikan, kesalahan hanyalah milik saya dan kesempurnaan hanyalah milik Allah semata, semoga apa yang telah saya sampaikan tadi member banyak manfaat bagi kita semua..

Wallahu A’lam…

Wassalamu’alaikum wr wb.

Sumber : http://blog-wandi.blogspot.com/2013/01/kultum-singkat_9508.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s